SASMITA

Tentang Dia

Wednesday, May 24, 2006

Saling Asing

Di antara mereka
Pada ruang dan waktu yang tereka
Aku kamu saling asing
Sendok garpu dalam satu piring
Aku kamu selalu bertemu
Dengan rindu yang membelenggu
Dengan lagu yang membisu

Namun, aku kamu tahu
Satu rahasia yang mereka tak tahu
Kita tertawa dan berdansa
Kita teriak hingga serak
Kita menangis sampai habis

Kutelan matamu hingga ke jantungku
Kau lumat senyumku hingga ke hatimu
Tiada yang tersisa
Saat kita berdua

Thursday, April 27, 2006

Sebungkus Kopi Chococinno

Dari Starbucks hingga warung gubuk,
baik mewah maupun murah,
sendiri atau ngerumpi,
banyak orang menyukai kopi.
Aku nggak ngerti jenis minuman kopi mana yang kamu suka.
Aku nggak begitu paham soal style bagaimana kamu meminumnya.
Aku juga nggak bermaksud membandingkan kamu yang cantik dan manis
dengan minuman yang dasarnya hitam dan pahit ini tentunya.
Jadi maaf…
Kalau aku memberimu sebungkus kopi chococinno,
semoga kamu nggak menganggapku ngaco.
Hanya saja aku berkeinginan bahwa saat kamu mengalami kepahitan,
kamu masih diberikan Tuhan banyak kenikmatan.
Tapi, bagaimanapun aku berdoa,
agar kamu selalu terhindar dari segala coba.
Kalau bisa.
Karena kamu memang layak bahagia.

Tuesday, February 14, 2006

Sebuah Pledoi Cinta

Jika kau meninggalkanku hingga hatiku karam
Itu bukanlah tindakan kejam
Justru paksaan akan membawaku pada pelanggaran ham
Aku sadar bahwa cinta dan kepemilikan tidaklah semacam
Dan cinta kita memang tidak tertulis di atas lembaran saham
Sejak awal kita semua sepaham

Jika kau mengkhianatiku hingga hatiku tersayat
Itu bukanlah tindakan jahat
Justru dendam akan membawaku pada derita yang sarat
Aku sadar bahwa cinta dan kebersamaan tidaklah sejawat
Dan cinta kita memang didasarkan pada ikatan tanpa syarat
Sejak awal kita semua sepakat

Usah kau buat pengakuan apalagi pembelaan
Karena kita tidak sedang berada di ruang persidangan
Lagi pula jauhlah urusan kita ini dari pengadilan
Jika pun kau harus menghadap hakim atas sebuah tuntutan
Akulah orang pertama yang akan melakukan pembelaan
Sejak awal kita semua sejalan

Aku tak mungkin meminta agar cinta diakhiri dengan kebahagiaan
Karena cinta sejatinya adalah kebahagiaan
Bukan persoalan awal, tengah, atau akhir
Dan cinta sejatinya memang tak akan pernah berakhir
Sejak awal kita semua berpikir

Sunday, January 01, 2006

Saat semua bukan lagi mimpi

Bangunkan aku akhir desember nanti
Ketika pesta-pesta dan kembang api telah berhenti
Ketika karnaval dan arak-arakan sang penari telah menepi
Ketika lembar-lembar koran menjadi sampah tak berarti

Bangunkan aku akhir desember nanti
Biar kujalani hidup dari mimpi ke mimpi
Dan kulalui sendiri ditemani sepi
Percuma kau merayu apalagi menanti
Karena aku tak akan pernah peduli

Bangunkan aku
bersama kenangan indah yang terselip jelas di antara buku-buku,
bersama anak-anak yang tak lagi bermain peluru dan mesiu,

bersama merpati dan hijaunya bumi yang saling setia mengikat janji,
bersama belai lembut ibu yang kasihnya tulus abadi,
akhir desember nanti

Bangunkan aku akhir desember nanti
Saat semua bukan lagi mimpi

Saturday, December 24, 2005

PROOF


Ini soal bukti. Bukti atas ilmu, eksistensi, komitmen, dan bukti atas cinta. Bukti, yang tentunya butuh pengorbanan. Si putri (Gwyneth Paltrow), pada akhirnya harus terlibat dengan kejeniusan sekaligus kegilaan ayahnya (Anthony Hopkins). Ia berjuang sendirian, di mana keluarga dan masyarakat menjauhi ayahnya. Risiko dan pengorbanannya begitu besar: kehidupan pribadi yang tidak normal, sekolah yang gagal, hingga krisis mental. Tapi semua itu diambilnya. Ini sesuai dengan tagline pada posternya: "Risiko terbesar dalam hidup adalah tidak mengambil risiko itu sendiri."
Namun, walaupun sempat shock, kematian ayahnya justru memberi titik terang bagi kehidupannya. Ternyata ia benar-benar memiliki kejeniusan ayahnya di bidang matematika. Namun, untuk hal ini pun ternyata tidak mudah baginya, di mana ia mengalami konflik terutama dengan kakaknya (Hope Davis), yang skeptis/sinis dan ingin mengubah kehidupan adiknya. Kehadiran mahasiswa bimbingan ayahnya (Jake Gyllenhaal) sejak awal sepertinya menjadi katalis bagi titik terang tentang apa makna proof tersebut. Cerita mengarah pada teka-teki tentang siapa penemu teori matematika yang bisa jadi merupakan salah satu temuan terbesar abad ini.
Gaya bercerita yang cepat dan padat, ditandai dengan banyak dialog yang konfliktual serta suara menderu saat perpindahan setting/scene, memang membuat film ini terasa cepat dan menjadi menarik. Film yang diangkat dari buku peraih Pulitzer Prize karya David Auburn ini sederhana sekaligus kompleks. Sederhana karena cerita film ini diarahkan secara wajar dan tidak dibuat-buat, serta karena dalam film ini minim dramatisasi (terutama pada bagian akhirnya), sehingga ketika selesai menonton film ini orang bisa saja mengatakan, "Ah, masa cuma begini saja!". Kompleks karena alur ceritanya maju mundur dengan cepat yang mungkin sedikit membingungkan, apalagi konteksnya tentang sains yaitu matematika tingkat tinggi.
Pesan yang mungkin ingin disampaikan film ini, dengan dibumbui romansa antara si putri yang labil dan si mahasiswa yang simpatik, adalah bahwa kesungguhan dan kesetiaan cinta (seorang anak kepada orang tua) walaupun tidak mudah pada akhirnya akan memberi hikmah dan keagungan atas cinta itu sendiri bagi si pecintanya. Tidak ada yang sia-sia untuk cinta.

Friday, December 23, 2005

Langit Jakarta Sore Ini

Dingin mengancam
Aku terbenam
Dari balik dinding kaca muram yang memadu rindu pada basuhan titik-titik air hujan,
aku berdiri menatap bayang samar tepat di depanku yang sudah tak lagi kukenali,
tak peduli

Lelah menjerat
Aku tersesat
Dari gedung tinggi di tengah kota yang mulai beranjak mencari tempat pulang,
aku menghadap menjejak cahaya matahari yang sedang pergi,
masih menanti

….
Dan
Semburat jingga di barat angkasa merona pesona

Sungguh indah
Hingga sejenak membuatku terlupa
Sungguh singkat
Hingga sejenak membuatku teringat

Adakah engkau sedang memandang langit yang sama

Thursday, December 22, 2005

Yang pasti-pasti

Kumau yang pasti-pasti
Katamu padaku pagi-pagi
Sesaat sebelum kau pergi

Aku masih mencari
Walau tak pasti

Kau mau yang pasti-pasti
Bukan harapan atau mimpi
Apalagi ilusi

Kau mau yang pasti-pasti
Walau kucoba sekuat hati
Tuk menepati janji

Aku masih tak mengerti
Hingga kini